A Half of...
Ketika sudah 2 bulan berturut-turut seusai snmptn, saya berpikir kembali. Kenapa sebodoh itu saya memilih? Bahkan untuk memilih hal seperti itu saja saya tidak bisa. Ini adalah kesempatan pertama. Kesempatan kedua datang lagi. Dan masih saja saya menyalahgunakan kesempatan emas ini. Serasa saya menjadi manusia yang paling bersalah. Tidak berani mencoba. Ini adalah sebuah kesalahan besar yang saya alami. Tidak berani berusaha untuk bermimpi. Tidak berani mengambil risiko. Tidak berani take a chance. Saya sekarang tahu, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang kurang tinggi. Quote ini saya alami dan rasakan sendiri setelah setengah tahun ini saya membenah pikiran hati jiwa dan raga untuk memilih masa depan saya alias kuliah. 2 bulan saya rasakan penuh perjuangan walaupun saya tahu dalam hati perjuangan saya hardless dan smartless.
Syukur alhamdulillah keadaan ini saya serahkan kepada Allah SWT semata. Yah..walau lagi lagi saya tahu saya masih jauh jauh dari sempurna, jauh jauh dari Allah. Saya tidak tahu lagi akan kemana hati dan pikiran saya menghadapi keadaan ini kecuali berserah diri kepada Allah. Maafkan saya Allah, bukan maksud saya hanya meminta-Mu pada saat Kau beri cobaan, tetapi mungkin....itulah faktanya jika saya merasa menjadi lebih dekat ketika saya merasa ada suatu hal yang saya pinta. Kau Maha Mengetahui. Berikan hamba-Mu ini kekuatan, kesanggupan, dan kesungguhan dalam beristiqomah kepada-Mu. Itulah salah satu pintaku pada-Nya saat ini. Apapun hasilnya nanti dari segala macam tes yang telah saya ikuti semoga salah satunya masuk. Bahkan doa berserah seperti itu pernah saya panjatkan, mungkin karena sudah putus asa banget kali ya.
Dan kabar selanjutnya.....teng teng....
Kejadiannya tepat tanggal 16 Juli / 17 juli. Agak lupa heheH...Jadi ceritanya ada 2 pengumuman, hasil UM Undip dan STAN
Berharap sih diterima di STAN, d3 mah cadangan aja. Tutur dalam hati.
Kemudian waktu berjalan, saya memutuskan membuka pengumuman undip terlebih dahulu. Hasilnya. "Selamat Anda diterima di program studi....." Hah? Serius?
Mending ambil stannya kalau diterima ataupun cari S1 ptn. Dari baik dari pribadi, orang tua, keluarga, semua mengharapkan salah satu anggota keluarga mereka menjadi bagian dari STAN. Namun, Allah berkendak lain :) Udah berkali kali scrool ke bawah data pdf yang memuat hingga 18 lampiran daftar nama calon maba stan, masih aja belum nemu nama saya. Yah, tau gak? Nangis saat kejadian itu. Amanat dari orang tua untuk bekerja keras masuk stan jadi lenyap luntah. Tapi setelah itu, beranjak. Coba introspeksi diri dulu. Persiapan untuk menghadapi stan berapa minggu? berapa bulan? Ga sampe berbulan-bulan kan? Lalu untuk buku. Coba buku yang dipelajari berapa? Cuma satu? 2 buku? Udah di bahas satu persatu2 selain dari kunci? Udah nyari strategi tiap soal? Belum kan? Nah..untuk itu buat apa menangis.Karena apa yang sy terima adalah hasil yang telah sy lakukan sebelumnya.
Bersyukur Allah masih berkali-kali bahkan tak terhingga memberikan kasih sayang-Nya pada saya. Saya diberi kata "selamat anda diterima" dari hal yang tidak saya duga sebelumnya lagi. Saya diterima di Universitas Indonesia, program studi VOKASI PUBLIC RELATIONS. Speechless dan gak nyangka. Wow walau hanya d3, tapi itu UI loh. Universitas terkenal dan favorit yang pastinya untuk jumlah yang mendaftar sangat banyak sekali. Kita tahu sendiri peminat UI dari ujung Sabang hingga Merauke, dari program apapun, baik dari profesinya, s3, s2, s1 maupun d3. Bukan hanya kelas biasa, kelas paralel dan internasional pun tak kalah banyaknya. Untuk itu saya sangat sangat tidak menyangka, saya benar benar seneng banget pernah dikasih kesempatan untuk menjadi bagian dari "jakun" :'
Dan kabar selanjutnya.....teng teng....
Kejadiannya tepat tanggal 16 Juli / 17 juli. Agak lupa heheH...Jadi ceritanya ada 2 pengumuman, hasil UM Undip dan STAN
Berharap sih diterima di STAN, d3 mah cadangan aja. Tutur dalam hati.
Kemudian waktu berjalan, saya memutuskan membuka pengumuman undip terlebih dahulu. Hasilnya. "Selamat Anda diterima di program studi....." Hah? Serius?
Mending ambil stannya kalau diterima ataupun cari S1 ptn. Dari baik dari pribadi, orang tua, keluarga, semua mengharapkan salah satu anggota keluarga mereka menjadi bagian dari STAN. Namun, Allah berkendak lain :) Udah berkali kali scrool ke bawah data pdf yang memuat hingga 18 lampiran daftar nama calon maba stan, masih aja belum nemu nama saya. Yah, tau gak? Nangis saat kejadian itu. Amanat dari orang tua untuk bekerja keras masuk stan jadi lenyap luntah. Tapi setelah itu, beranjak. Coba introspeksi diri dulu. Persiapan untuk menghadapi stan berapa minggu? berapa bulan? Ga sampe berbulan-bulan kan? Lalu untuk buku. Coba buku yang dipelajari berapa? Cuma satu? 2 buku? Udah di bahas satu persatu2 selain dari kunci? Udah nyari strategi tiap soal? Belum kan? Nah..untuk itu buat apa menangis.Karena apa yang sy terima adalah hasil yang telah sy lakukan sebelumnya.
Bersyukur Allah masih berkali-kali bahkan tak terhingga memberikan kasih sayang-Nya pada saya. Saya diberi kata "selamat anda diterima" dari hal yang tidak saya duga sebelumnya lagi. Saya diterima di Universitas Indonesia, program studi VOKASI PUBLIC RELATIONS. Speechless dan gak nyangka. Wow walau hanya d3, tapi itu UI loh. Universitas terkenal dan favorit yang pastinya untuk jumlah yang mendaftar sangat banyak sekali. Kita tahu sendiri peminat UI dari ujung Sabang hingga Merauke, dari program apapun, baik dari profesinya, s3, s2, s1 maupun d3. Bukan hanya kelas biasa, kelas paralel dan internasional pun tak kalah banyaknya. Untuk itu saya sangat sangat tidak menyangka, saya benar benar seneng banget pernah dikasih kesempatan untuk menjadi bagian dari "jakun" :'
Saya sadar. Semua perjuangan dan pilihan saya hingga mengalami kegagalan dari awal snmptn pasti memiliki hikmah. Allah udah mengatur kok. Allah udah ngrencanain segala hal terhadap umat-Nya. Apapun rencana manusia akan kembali kepada keputusan Allah. Mutlak. Walau saya bilang tadi di atas itu adalah kesalahan saya memilih, tapi semuanya juga udah keputusan Allah. Allah udah nentuin nih kalau nana emang jalannya begitu. Jadi sebagai manusia kita perlu berusaha, dan ingat, serahkan kepada Allah semata. Berharap boleh, tapi berharap semata-mata ridho Allah. Pasti. Mutlak itu jika memang ingin mendapat kebahagiaan sejati.
Comments
Post a Comment